JAKARTA - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa kemungkinan cuaca ekstrim di Indonesia tahun 2010, yang disebabkan oleh fenomena La Niña mungkin akan berlangsung sampai awal tahun 2011.
Pada awal Maret 2010 sempat ramai pemberitaan di media mengenai ramalan BMKG akan cuaca ekstrim di Indonesia. Cuaca ekstrim ini juga dipengaruhi oleh fenomena alam La Niña. La Niña
sendiri adalah sebuah fenomena keganjilan suhu permukaan air laut.
"Cuaca ekstrim ini muncul akibat masih adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu dan pusaran angin tertutup di Laut Cina Selatan, serta adanya daerah pumpunan angin yang memanjang dari Laut Arafura hingga Laut Maluku," jelas Kukuh Rubudianto, Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim dari BMKG, kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (22/12/2010).
Menurut Kukuh, cuaca ekstrim itu terbagi atas beberapa bagian, yaitu curah hujan yang tinggi (disertai petir dan angin kencang), naiknya gelombang air laut, terbatasnya jarak pandang, kecepatan angin kencang di atas rata-rata, adanya puting beliung, dan lain-lain.
Efek yang paling dirasakan oleh Indonesia dari cuaca ekstrim adalah tingginya tingkat curah hujan, yang mengakibatkan timbulnya banjir di daerah-daerah tertentu. Kalau berdasarkan ramalan BMKG, wilayah di Indonesia yang terkena efek cuaca ektrim meliputi 21 daerah.
"Cuaca ekstrim ini di Indonesia saat ini masih akan berlangsung hingga tahun 2011 nanti, mungkin akan berakhir pada bulan Maret atau April," tambah Kukuh.
Sumber: Okezone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar