Selasa, 28 Desember 2010

Ketimbang Pria, Wanita Korea Lebih Memilih Cerai

SEOUL - Perceraian merupakan hal yang paling dihindari dalam sebuah pernikahan. Namun apabila bahtera rumah tangga sudah tak bisa dipertahankan lagi, maka perpisahan adalah jalan yang dianggap sebagian pasangan sebagai jalan terbaik.

Untuk urusan perceraian, wanita-wanita di Korea Selatan lebih mudah memutuskan sebuah perceraian ketimbang pria. Menurut sebuah perusahaan konsultan perkawinan DUO, dari 500 wanita single berusia 20-an sampai 30-an ditemukan bahwa 55,6 persen responden percaya bahwa 'perceraian diperlukan jika mereka tidak bahagia'.

"21,4 persen mengatakan perceraian hanya pilihan selama mereka tidak memiliki anak," kata seorang pejabat DUO seperti dilansir DIVA Asia, Selasa (28/12/2010).

Sementara, dari 478 responden pri ditemukan bahwa hanya 43,72 persen menjawab bahwa perceraian diperlukan jika mereka tidak bahagia. Sedangkan 15,69 persen menyatakan perceraianhanyalah pilihan.

"Dibandingkan dengan pria, wanita lebih cenderung percaya perceraian adalah jalan yang baik bila perkawinan tak bisa dilanjutkan," kata seorang pejabat di DUO.

Selain itu, ditemukan bahwa lebih dari 40 persen perempuan akan menyimpan rekening terpisah untuk kemungkinan perceraian. Sedangkan 35,4 persen laki-laki percaya bahwa tidak ada persiapan yang diperlukan.

"Secara tradisional dalam budaya Korea, banyak orang cenderung berpikir bahwa perceraian adalah jalan terbaik ketika mereka ada masalah," kata Shim Woo-muda, seorang wanita 21 tahun.

Data menunjukkan bahwa persepsi wanita terhadap perceraian telah berubah, dan mereka cenderung tidak merasa malu atau menyalahkan cerai. Menurut survei 2009 yang dilakukan oleh pemerintah, alasan utama perceraian adalah perbedaan dalam kepribadian, dan masalah keuangan.

Sumber: Okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar